Gagal Flashing ! Android Ku Sayang, Android Ku Malang

Namanya teknologi tidak akan pernah ada habisnya untuk terus berinovasi, dari masa ke masa pasti terus berkembang dan terus berubah untuk menunjang kebutuhan serta mempermudah kita dalam melakukan aktifitas sehari-hari. Kenapa tekonologi tidak pernah ada ujungnya ? karena disebabkan oleh sifat manusia sendiri yang tidak pernah puas akan hawa nafsunya yang ingin lebih dan lebih lagi untuk mendapatkan kesempurnaan. Sedikit selingan, saya teringat salah satu nasehat guru saya, bahwa manusia di dunia itu banyak yang keliru tidak memahami apa itu makna hidup. Beliau pernah mengatakan “harusnya jadikanlah dunia itu adalah sebuah ujian dan hasil dari ujian itu adalah akhirat” maka jangan terlalu berambisi mengikuti hawa nafsu kita.

Bicara soal teknologi, teknologi apa yang paling sering kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari ? jawabanya pasti semua pada bilang Gadget atau Handphone. Kenapa handphone ? kita dari bangun tidur sampai tidur lagi pasti tidak bisa lepas dari teknologi yang satu ini, sudah bukan menjadi kebutuhan atau candu namun sudah menjadi seperti bagian dari salah satu organ tubuh kita. Jika ada pertanyaan lebih pilih mana, ketinggalan dompet atau ketinggalan Handphone ? pasti pada pilih mending ketinggalan dompet dari pada ketinggalan handphone.

Handphone pertama yang saya pakai dulu kita ketika SMA sekitar tahun 2006 adalah Nokia 1600, sebenarnya tahu handphone sudah dari jaman SMP. Dulu Om saya yang bekerja di Korea pulang membawa handphone Nokia juga, tapi saya lupa nama serinya berapa. Hingga saat ini yang masih saya ingat adalah game ular-ularan “Snake Impact”. Sumpah, game ini legendaris banget, hampir semua yang lahir di 90-an pasti tahu dan bakal senyum-senyum sendiri ngomongin gadget di masa itu.

Handphone terdiri dari bermacam-macam tipe dan operasi sistem yang saya ketahui handphone pertama yang berukuran besar sekali dan sangat berat dengan menggunakan antena yang panjang seperti radio. Lalu meregenerasi mulai muncul handphone monochrome, yang tidak lama disusul oleh monophonic, dan polyphonic. Generasi ini bisa dibilang mulainya era perkembangan komunikasi umat manusia, yang mana handphone sudah menjadi kebutuhan pokok kedua setelah makanan. Seperti yang disebutkan diatas teknologi terus berkembang, setelah menjangkit umat manusia menjadikannya sebuah kebutuhan pokok. Generasi selanjutnya ialah Handphone beroperasi sistem symbian. Generasi ini mungkin sudah mulai mengarah ke era smartphone. Mungkin karena kemajuan internet yang mulai merambah luas, handphone symbian sudah bisa memutar video, music, mengambil gambar dan merekam video. Tidak hanya itu kita juga bisa berselancar di dunia maya menggunakan handphone.

Sekitar tahun 2009 handphone symbian mulai di tinggali peminatnya, karena sudah memasuki era smartphone pertama kali yang di usung oleh RIM (Research in Motion) dengan gadgetnya yakni Blackberry. Mengapa Blackberry menjadi produk unggulan yang mulai di minati pasaran ? karena Blackberry memiliki aplikasi chat yang hanya dimiliki di device tersebut. Apakah aplikasi tersebut ? Yupp, benar sekali aplikasi tersebut adalah BBM (Blackberry Messengger) yang hingga kini masih menjadi aplikasi paling diminati.

Namun, Hanya bertahan beberapa tahun saja Blackberry merajai pasaran. Setelah perusahaan mesin pencari Google mengeluarkan sebuah produk yakni operasi sistem handphone berbasis android. Setelah muncul operasi sistem ini Blackberry disebut handphone hampir pintar, karena handphone pintar sesungguhnya adalah android. Mengapa android disebut handphone pintar yang sesungguhnya? Karena dengan sistemnya yang open source membuat para penggunanya lebih bebas untuk merubah tampilan dan kostumisasi sistemnya.

Mungkin pada bingung ya ? sebenarnya ini orang ngomong opo toh 😀 . Dari tadi ngomongnya ngalor-ngidul gak nggenah.

Sebenarnya cuma mau cerita pengalaman saya dulu pertama kali mengoprek Android, karena saya sedikit tahu tentang gadget dan hanphone jadi cuma ingin meluapkan saja yang ada di otak saya dalam tulisan, makanya saya bikin prolognya banyak banget.

Langsung saja ya, sebelum saya memiliki handphone android saya juga seperti remaja pada umumnya saya juga memiliki Handphon Blackberry, biar tidak ketinggalan jaman ngikutin trend. Hehe…

 Samsung Galaxy Note n7000

boeboer.com

Awal era android saya memilih Samsung Galaxy Note 1 (GT N7000). Android ini mencetak sejarah pertama saya menggunakan True Smartphone. Kenapa saya memilih smartphone ini ? sebenarnya tidak begitu minat, dengan ukuranya yang besar dan susah untuk dimasukan ke dalam kantong. Saya membeli dari om saya yang pada waktu itu beliau sedang butuh dana, karena saya niatnya menolong dan harganya juga murah 😀 .

Singkat cerita, karena mempunyai handphone baru, seperti orang-orang pada umumnya yang alay, saya gonta-ganti dan pasang aplikasi macam-macam dan aneh-aneh, melakukan hal tersebut membuat handphone saya semakin lemot. Lalu saya mencoba untuk mencari solusi di dunia maya. Setelah saya membaca-baca lalu saya disarankan untuk Root operasi sistem, karena handphone lemot di akibatkan oleh “bug” atau spam yang tersisa sehingga memakan RAM (Random Access Memory) yang mana kinerjanya menjadi lebih berat karena bug tersebut. Karena dengan meroot sistem, saya bisa mengakses dan menghapus file bug.

  • Pertama-tama saya mengunduh aplikasi FramaRoot
  • Setelah selesai, lalu extract dan install aplikasi FramaRoot
  • Lalu buka Aplikasi FramaRoot, pilih menu “Select an action to execute after root“, lalu mengganti dengan “install Superuser
  • Setelah itu pilih “Gandalf“, aplikasi ini otomatis akan melakukan proses Rooting.
  • Proses root selesai maka muncul popup “superuser and su binary installed. you have to reboot your device“. tekan OK dan Reboot/restart
  • Setelah Reboot cari aplikasi Super SU dan install binary mode normal.
  • Proses Root Selesai.

Alhamdulillah, terasa sekali perbedaan setelah melakukan Rooting handphone dengan sebelumnya membuka aplikasi lebih cepat dan loadingnya tidak lemot. Karena saya bisa mengakses folder-folder dan menghapus bug dan spam. karena sifat saya tidak selalu puas ingin terus lebih cepat loadingnya, saya sering melakukan eksperimen dengan mengubah-ubah folder didalamnya. Alhasil pada suatu ketika handphone saya bootloop atau merestart secara berulang-ulang dan tidak bisa masuk ke operasi sistemnya.

Saya mencoba mencari solusinya di mbah Google. Untuk memperbaiki dan mengembalikan ke awal perlu melakukan flashing pada handphone, karena flashing handphone itu gampang-gampang susah.

  • Pertama mengunduh aplikasi odin 3.0, firmware GT N700, dan usb driver samsung.
  • Setelah semua terunduh, instal usb driver samsung
  • Jalankan aplikasi odin 3.0 pilih menu next, next (lebih lengkapnya cari aja di google ya 😀 )
android bootloop

mahretasmk.blogspot.com

Ketika proses sedang berjalan kabel usb yang dipakai untuk koneksi handpone ke komputer tercabut. Apa yang terjadi ? Handphone mati total dan tidak bisa dinyalakan lagi. Saya coba untuk charge, tetap tidak ada aktifitas dalam handphone. Saya mulai panik dengan apa yang terjadi, seperti biasanya saya mencari solusi di internet. Banyak sekali tips dan cara-cara untuk memperbaikinya, namun semuanya setelah saya coba gagal. Daripada pusing mikirin handphone yang rusak saya coba menenangkan diri untuk membiarkan dan mengikhlaskan apa yang terjadi 😛 sambil bertanya ke teman-teman yang lebih tahu dunia handphone.

Akhirnya saya bertemu dengan seorang teman dekat saya, dia sudah bertahun-tahun menggeluti servis handphone, setelah saya menjelaskan permasalahanya, dia langsung menjawab “wah, kalo udah begitu mah mati total, paling buat di kanibalin doang” sungguh sangat mengecewakan pernyataannya, karena saya penasaran dan tidak yakin dengan pernyataan tersebut, lalu memutuskan untuk mendatangi tempat service Handphone terdekat, ternyata jawabanya sama-sama mengecewakan.

Kurang lebih satu minggu handphone rusak, saya mulai terasa bahwa benda tersebut memang penting dan sangat berguna sebagai alat kebutuhan komunikasi sehari-hari. Akhirnya saya memutuskan untuk menjual online Handphone tersebut di FJB Kaskus dengan harga yang cukup murah. Alhamdulillah, dari semenjak posting sudah banyak yang menghubungi berminat untuk membeli, kurang lebih sebelum magrib ada yang cocok dengan harga yang saya jual.

Asus Zenfone 2

digitalponsel.com

Uang hasil penjualan tersebut cukup untuk menutupi kekurangan membeli handphone baru dari tabungan. Pilihan saya jatuh pada ASUS Zenfone 2, dengan spesifikasi yang lumayan high end dan harga yang terjangkau.

Kesimpulanya semoga saya kedepannya harus lebih berhati-hati dan merawat dengan apa yang saya miliki sekarang, serta harus tetap mensyukuri. Pada dasarnya saya tipe orang yang suka mencoba hal-hal baru, namun dengan kejadian seperti ini kedepannya harus benar-benar memahami permasalahan dan berhati-hati dengan apa yang nanti saya lakukan, agar tidak terjadi kejadian yang fatal.

2 Comments

  1. jay August 3, 2017
    • Admin August 8, 2017

Leave a Reply