Happy Family at Tidung Island

Pulau Tidung

Libur panas begini masih bingung mau ngapain, mending corat-caret disini aja daripada jalan-jalan belum jelas (gak punya duit). Oke kali ini masih seputaran Liburan, jalan-jalan, traveling anything lah pokoknya buang-buang duit (gak buang duit juga sih soalnya liburan gratis dibayarin 😀 ).

Langsung saja yaa, udah lupa tepatnya kapan liburan itu tanggal berapa sekitaran tahun 2013 kalo gak salah. Waktu itu sepupu saya ngerencanain liburan yang gak biasa kepada saya soalnya dia mau kedatangan tamu dari jauh seorang cewe teman dekat gitu lah, setelah kami sharing kurang lebih satu jam saya ajak ke pulau seribu. Karena belum pernah kesana coba cari-cari info di dunia maya tapi gak nemu juga yang sreg. Oia saya teringat sepupu perempuan saya yang dulu pernah kesana, langsung saja coba menguhubunginya dan ternyata dia merekomendasikan ke Pulau Tidung, setelah ngomong panjang lebar ngalor ngidul fix minggu depan kita ngetrip kesana. Lets go !!!

Pulau Tidung

Cerita Perjalanan Liburan di Pulau Tidung

Ba’da Subuh sabtu pagi kami ber-empat langsung menuju ke Marina Ancol khawatir penuh dan antri karena kapal mulai beroperasi pagi-pagi sekitar pukul 07.00 WIB. Betul juga sampe sana sudah penuh antri banyak traveller yang sudah siap-siap mengantri di ruang tunggu. Tanpa lama-lama lagi sepupu perempuan saya langsung konfirmasi tiket yang telah dipesan dari kemarin, setelah nunggu kira-kira satu jam alhamdulillah akhirnya kita dapat giliran juga naik kapal, karena gak mau sia-siain moment  ini saya naik di kursi diatas kapal, lumayanlah lihat laut lepas biarpun masuk angin kena angin laut 🙁 daripada di dalam kapal kan sumpek gak bisa liat view.

Kurang lebih 2 Jam perjalanan alhamdulillah sampai juga di pulau kecil di ujung Ibukota Jakarta tersebut, sesampai di dermaga kami langsung menghubungi Pemilik Home Stay agar kami bisa simpan barang bawaan dan bisa ganti baju udah gak sabar pengen maen-maen di pantai. Ternyata gak lama di hubungi Pemilik Home Stay sudah standby di dermaga langsung kami di antar menuju Home Stay. Sampai Home Stay langsung ganti pakaian siap berendem di pantai dan tidak lupa bawa perlengkapan dokumentasi, kan sayang kalo gak diabadikan.hehee.

Dibibir Pantai banyak jasa penyewaan peralatan laut dari Snorkling, naik Speedboat, Banana Boat dan sejenisnya. Setelah memilah dan memilih kita tertarik pada tempat penyewaan paling ujung karena kelihatan lebih profesional saja. Kami diberi beberapa pilihan jasa, mau Snorkling, main Speedbot atau semuanya sekalian di kasih plus Camera Under Water, setelah tawar-menawar akhirnya kami pilih paket semuanya, masa ngtrip di laut gak ada dokumentasi main dilaut. Diantarlah kami menggunakan Speed Boat mencari tempat Snorkling, ya allah sungguh maha besar engkau ciptaan mu di bawah laut sini sangatlah indah, walaupun badan kami gosong terpanggang sinar matahari tidak berasa karena terbayarkan dengan pemandangan bawah laut yang sangat menawan, lalu setelah puas kami melihat isi dalam laut di lanjut dengan menunggangi Banana Boat, cara bermainya Banana Boat cukup mudah kami tinggal menunggangi di atas banana boat yang di tarik menggunakan Speed Boat dengan sangat cepat ketika kecepatan sudah mencapai kecepatan maksimal Speed Boat Berbelok dan sontak kami jatuh terpental, sumpah ini memacu adrenalin kami.

Jembatan Cinta

Karena sudah terlalu asyik bermain tidak terasa waktu sudah menunjukan pukul 14.00 WIB dan perutpun terasa lapar kami langsung mengganti pakaian dan menyudahi permainan ini untuk segera kembali menuju Home Stay. Sesampainya disana ternyata sudah disediakan makan siang yang siap kami bantai…hehe. Selesai makan mandi lalu istirahat sambil nunggu sunset. Sungguh menyesal mungkin karena kita kelewat capek kegiatan tadi siang, kami berempat bangun waktu sudah menunjukan 18.00 WIB, yasudahlah mungkin belum rejekinya.

Malampun tiba angin laut yang sepoi-sepoi bikin masuk angin mulai terasa sampai ke tulang. Its Barbeque Time Dude… pemilik home stay siap-siap menyajikan semua peralatan lalu kami ikut membantu dan membakar semua ikan dan daging-daging yang sudah disediakan, malam itu berasa hangat akan candaan dan keceriaan kami berempat. Setelah selesai bakar-bakar lalu waktunya santap-menyantap, walaupun rasa makananya buat saya itu biasa saja, namun bukan itu pointnya. Buat saya keceriaan dan kebahagiaan seperti ini yang akan selalu kami rindukan nanti setelah kami berkeluarga, dan memang terasa sekarang, mereka semua telah berkeluarga hanya tinggal saya saja yang masih betah dengan status lajang.

Pulau Tidung

Setelah semalaman kita bersenang-senang bersama harapan melihat sunrise pun gagal juga karena bangun yang kelewat siang. Keluar sebentar menikmati Udara pagi Pulau Tidung di lanjut sarapan dan beres-beres persiapan untuk pulang.

Tak terasa waktu begitu cepat perasaan baru satu – dua jam disini sekarang sudah waktunya pulang. tepat Pukul 10.00 WIB Kapal kami datang dan siap-siap kembali ke Ibukota yang sesungguhnya. Terimakasih ya Allah telah membawa kami ke syurga kecil yang kau miliki ini. Semoga di lain kesempatan hamba bisa ke syurga-syurga lain yang kau miliki.

One Response

  1. AFhuk September 2, 2016

Leave a Reply