Pengenalan Pertama Teknik Dasar Fotografi

teknik dasar fotografi

Bicara soal fotografi, saya tidak begitu banyak tahu, hanya sekedar baca-baca di dunia maya, majalah serta sedikit informasi dari teman-teman yang sudah expert di bidangnya, bahkan mungkin bisa dibilang hanya sekedar baru tahu sampulnya saja. Awal saya tertarik fotografi ialah dari salah satu pelanggan warnet saya yang notabene dia adalah seorang freelance fotografer profesional yang sudah malang-melintang di dunia persilatan, yang mana hampir tiap proyeknya dia kerjakan di tempat saya. Proyeknya bisa di bilang bertaraf menengah ke atas, dari foto-foto Wedding, Prewedding, dokumentasi iklan, casting Production House abal-abal sampai Production House ternama. Tak hanya itu salah satu production house layar kaca ternama juga sering menggunakan jasanya.

Berawal dari rasa takjub saya terhadap pekerjaanya, saya mulai tertarik rasanya ingin mengorek-ngorek lebih dalam, walau hanya sekedar mengetahui teknik dasar fotografi . Saya memberanikan diri untuk mencoba menyapa terlebih dulu, dan alhamdulillah dia juga membalasnya dengan ramah. Awalnya saya mencoba SKSD (Sok Kenal Sok Deket). “Bro kaya serius banget nih” saya mencoba menyapanya, “iya nih bro lagi deadline besok harus di kirim ke client” jawabnya sambil tersenyum dan bertampang kusut yang pusing di kejar deadline. Dari sapaan tersebut kita jadi lebih akrab, hari-hari selanjutnya kami saling tegur sapa dan atau bahkan membicarakan pekerjaan kita masing-masing.

Sekitar 1 bulanan saya baru menanyakan atau sekedar sharing pengalaman tentang tips dan trik teknik dasar fotografi kepadanya benar-benar dari nol. Mungkin pada bingung kenapa tidak menanyakan dari awal ? mungkin karena saya orangnya pemalu atau takut di anggap negative langsung to the point menanyakan apa yang saya ingin tahu, maka dari itu saya mencoba lebih dekat lagi agar lebih santai tapi serius.

Pagi menjelang siang sekitar pukul 10.30 WIB, Pertanyaan pertama yang saya ajukan adalah, “gimana sih bro biar jago fotografi kaya lu?”, dia menjawab “gampang kok bro asal mau hunting-hunting dan berani eksperimen aja” jawabnya santai. Wah dia sudah mulai mengeluaran jurusnya nih, lalu saya mulai melanjutkan ke pertanyaan-pertanyaan selanjutnya yang lebih dalam, setelah ngobrol ngalor-ngidul panjang lebar akhirnya dia mau mengajari saya beberapa teknik dasar fotografi beserta istilah dan pengertianya :

Mengenal dan mengetahui fitur Kamera

Hal pertama adalah mengenal bagian-bagian penting kamera dan juga fitur serta kemampuan kamera. Karena fotografer harus menyatu dengan kamera. Kenali dan pelajari fungsi dari tiap-tiap tombol yang tersebar di kamera.

Mengenal Segitiga Eksposur

Eksposur dibentuk oleh 3 elemen  pengaturan yang disebut segitiga eksposur. 3 elemen tersebut adalah:

ISO :

ISO DSLR

lensafotografi.com/

Secara teknis dasar fotografi untuk pemula apabila keadan cahaya kurang intensitasnya maka yang perlu dilakukan adalah menaikkan ISO hingga hingga foto yang dihasilkan mencapai titik keseimbangan. Sebaliknya apabila intensitas cahaya cukup terang maka yang perlu dilakukan adalah menurunkan ISO ke titik yang lebih rendah. Ada efek pada saat anda menaikkan angka ISO yaitu foto akan terlihat banyak noise, sehingga banyak fotografer menyukai noise yang rendah

Shutter speed

Shutter Speed

lensafotografi.com/

Setelah sebelumnya dibahas tentang ISO, aperture, maka selanjut yang perlu dibahas adalah shutter speed yang merupakan durasi kamera membuka sensor untuk menyerap cahaya. Semakin lama durasi shutter speed terbuka maka semakin banyak cahaya yang masuk, sebaliknya semakin cepat durasi  shuter speed maka semakin sedikit cahaya yang masuk.

Apabila shuter speed tinggi ambil saja 1/300 maka dapat seolah-olah membekukan gerakan sedangkan bila shutter speed lambat (1/10) membuat sensor dapat menangkap gerakan lambat objek. Dampak dari shutter speed yg ditingkatkan adalah berarti semakin sedikit cahaya yang masuk dan umumnya bila foto akan terlihat lebih gelap sebaliknya semakin lama durasi shutter speed cahaya yang masuk semakin banyak.

Aperture / difragma

Aperture diafragma

lensafotografi.com

Selanjutnya yang akan dibahas adalah diafragma (Aperture). Aperture ini berguna untuk mengatur bukaan cahaya yang masuk mengenai sensor /film. Bila bukaan besar otomatis akan banyak cahaya yang masuk dibandingkan dengan bukaan kecil. Bukaan aperture besar ditandai dengan angka f/2.8, f/5.6 f/8. semakin kecil angkanya berarti semakin besar bukaan aperturenya begitu pula sebaliknya. Jadi kesimpulan, apabila ditempat yang intensitas cahayanya kurang menurut sensor kamera digital, maka yang perlu dilakukan adalah membuka bukaan aperture agar foto tidak terlihat gelap. Tapi bidang fokusnya akan menjadi sempit dan juga sangat berpengaruh pada ketajaman foto, banyak teknik dasar fotografi yang mengandalkan ini agar menghasilkan foto yang benar-benar tajam.

Tersebut diatas adalah tips paling mendasar teknik fotografi yang wajib di pahami bagi pemula, mengapa dia bilang fotografi mudah asal mau hunting dan bereksperimen karena fotografi pada dasarnya adalah mengolah kreatifitas untuk bisa mengkombinasikan ketiga elemen dasar tersebut. Apabila sudah bisa mengkombinasikan kedepanya kita akan lebih tahu di lapangan seperti apa sebenarnya mengambil foto yang bagus, karena pada dasarnya fotografi adalah sebuah seni yang tinggi yang di hasilkan oleh lensa seorang fotografer.

Ternyata belajar dasar teknik fotografi tidak semudah yang saya bayangkan, pada prakteknya saya benar-benar harus berkosentrasi mengkombinasikan tiga elemen tersebut yang benar-benar susah, apalagi nanti di lapangan untuk mengambil gambar untuk hasil yang bagus. Itu adalah sebuah pengetahuan baru buat saya untuk terus mengasah otak agar lebih mengoptimalkan lagi.

Leave a Reply