17+ Contoh Invoice / Faktur Tagihan, Pembayaran, Penjualan

17+ Contoh Invoice / Faktur Tagihan, Pembayaran, Penjualan

Contoh Invoice – Faktur merupakan jenis surat dinas yang berguna untuk dapat sebagai alat bukti pada transaksi bisnis. Faktur disebut juga sebagai invoice yang juga berarti tanda bukti penjualan barang.

Faktur menjadi hal yang harus disertakan pada setiap barang yang keluar atau dijual oleh perusahaan atau pedagang.

Jika dilihat dari ukurannya, faktur berbeda dengan surat biasa yang di tulis di atas kertas HVS dengan ukuran standar. Berbeda dengan faktur yang tidak terikat dengan ukuran, sebagaimana surat lainnya.

Pengertian Invoice Atau Faktur

Faktur adalah catatan perhitungan pada penjualan  yang diberikan oleh penjual kepada pembeli atau konsumen. Pengertian lain dari “invoice” ialah sebagai jika tanda bukti pembelian barang dan yang di catat pada faktur tersebut.

Di dalam surat ini berisi suatu keterangan mengenai pemesan “seperti nama, alamat, dan nomor pesanan”, barang “seperti: jumlah, jenis, model dan type.  Dengan harga dan yang lainnya.

Ada pula yang mengatakan bahwa invoice adalah catatan pengiriman barang yang telah di beli. Berikut dengan harga dan hal-hal yang lain yang biasanya terkait dengan penagihan dari pihak penjual.

Pada umumnya jika sudah ada kesepakatan antara pihak konsumen dan penjual, maka faktur akan di buat untuk sebagai tanda bukti.

Jika dalalam transaksi tersebut  di lakukan secara tempo, maka yang diberikan hanyalah copy faktur saja. baru setelah lunas akan diberikan faktur yang asli.

Faktur ialah suatu dokumen dasar yang dipakai sebagai alat bukti tertulis dalam pencatatan perusahaan penjual dan pembeli. Faktur ini yang nantinya berfungsi sebagai bukti dari transaksi dari penjualan.

Umumnya faktur ada tiga 3 lembar seperti contoh, lembar yang berwarna wajib di berikan kepada pembeli yang telah melunasi pembayarannya.

Sementar lembar copy berwarna yang satunya lagi untuk di jadikan arsip penjualan dan satu lembar copy berwarna lainnya untuk laporan bagian keuangan pada penjualan.

Pengertian/Fungsi Faktur Pajak

pengertian faktur
http://syafrianto.blogspot.co.id

Faktur Pajak berbeda dengan faktur pebjualan yang tidak harus dibuat secara artinya Faktur Penjualan dapat sekaligus berfungsi sebagai Faktur Pajak. Jadi tergantung untuk penggunaannya.

Pengertian dan Fungsi Faktur Pajak adalah bukti pungutan pajak yang dibuat oleh Pengusaha Kena Pajak atau PKP yang melakukan penyerahan barang kena pajak atau jasa kena pajak atau bukti pungutan pajak karena impor barang kena pajak yang digunakan oleh Direktorat Jenderal Bea Cukai.

Di wajibkan bagi perusahaan untuk membuat faktur pajak, agar dalam pengiriman barang kena pajak tersebut menjadi bukti transaksi yang resmi dilakukan oleh perusahaan atau pengusaha.

Perorangan/pribadi dan badan yang tidak/belum dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak dilarang membuat faktur pajak. Karena semata-mata agar tidak membebankan pembeli terhadap pemungutan pajak yang tak semestinya harus di bebankan.

Jumlah/nilai total pajak yang tercantum pada lembaran faktur pajak harus disetorkan ke kas negara. Namun pada umumnya orang-orang salah mengartikan tentang fungsi dari  Faktur Pajak yang merupakan bukti pungutan pajak yang dibuat oleh Pengusaha Kena Pajak (PKP) yang akan melakukan penyerahan Barang Kena Pajak (BKP) atau penyerahan Jasa Kena Pajak (JKP).

Fungsi dari Faktur Pajak ada tiga. fungsi – fungsi inilah yang membuat faktur pajak begitu penting dan wajib dibuat oleh Pengusaha Kena Pajak. Fungsi faktur pajak yang penting tersebut adalah :

Peran penting Faktur Pajak sangat berguna bagi PKP untuk di jadikan sebagai bukti bahwa pembeli sudah bertransaksi dengan peraturan yang sudah berlaku.

Jika tejadi kesalahan dalam mengisi faktur pajak, PKP dapat melakukan pembetulan faktur pajak tersebut. Akan tetapi dalam pembetulan tersebut harus di pastikan tidak akan merugikanpembeli tersebut.

Adapun faktur ialah perhitungan penjualan kredit yang diberikan oleh penjual kepada pembeli, yaitu yang berfungsi seperti:

Sebagai bukti pembayaran PPN yang dilakukan oleh pembeli Barang Kena pajak atau Jasa Kena Pajak kepada Pengusaha Kena Pajak. Kolom – kolom pada Faktur

Di dalam faktur, biasanya berisi kolom – kolom yang berguna sebagai keterangan barang keluar atau yang dijual. Kolom – kolom yang ada dalam faktur umumnya meliputi :

  1. a) Nomor urut
  2. b) Nama barang
  3. c) Banyaknya barang yang dijual
  4. d) Harga satuan barang
  5. e) Jumlah harga seluruhnya atau harga faktur.

Pada bagian faktur, biasanya dicantumkan singkatan S.E & O. atau E. Arti dari kode S.E & O. atau E ini adalah singkatan yang maknanya berarti segala kekeliruan hasil perhitungan bisa diralat atau diperbaiki kemudian apabila ada kesalahan dalam mencatat nama, nama perusahaan, nama barang dan jumlah barang.

Faktur biasanya dibuat rangkap, satu faktur untuk pembeli dan satu faktur lain digunakan oleh penjual sebagai arsip atau dokumen untuk sendiri. Dimana lembar yang asli atau lembar tebal di bagian atas yang biasanya berwarna putih, diberikan untuk pembeli yang telah melakukan pembayaran barang secara lunas. Apabila pembeli yang melakukan pembayaran dengan cara kredit, maka pembeli hanya diberikan fotokopi faktur saja.

BACA JUGA:

Jenis – Jenis Faktur

Contoh-Desain-Invoice-Faktur-Tagihan-14
Contoh-Desain-Invoice-

Faktur masih dapat dibagi menjadi beberapa jenis. Jenis – jenis faktur menurut Fenoza, dapat dibedakan dalam 3 jenis. Berikut ini adalah jenis – jenis faktur tersebut :

1. Faktur biasa

Faktur biasa artinya adalah faktur yang umum digunakan dalam transaksi yang sederhana dalam kehidupan sehari – hari atau dalam transaksi jual beli.

2. Faktur Proforma

Faktur yang satu ini merupakan faktur yang tergolong  jenis sementara sebelum semua barang di kirim atau di serahkan secara keseluruhan. Artinya, faktur ini digunakan sebagai faktur pengganti sementara karena barang yang diterima oleh pembeli dikirimkan dengan cara bertahap atau terpisah. Dengan menggunakan faktur proforma inilah, si pembeli melakukan pembayarannya.

3.Faktur Konsuler

Faktur konsuler adalah faktur khusus yang digunakan untuk melakukan perdagangan luar negeri atau ekspor impor. Harus sesuai izin Negara untuk melakukan hal ini agara mendapatkan legalisasi dalam bertransaksi tersebut.

JENIS-JENIS FAKTUR PAJAK

jenis jenis faktur
http://www.liestania.co.id

1. Faktur Pajak Keluaran

ialah faktur dari seorang pengusaha atau perusahaan  kena pajak, jasa kena pajak, dan atau barang kena pajak yang tergolong dalam barang mewah;

2. Faktur Pajak Masukan

adalah faktur pajak yang di hasilkan dari pembeli atau  PKP apabila ingin membeli suatu barang kena pajak atau jasa kena pajak dari PKP lainnya;

3. Faktur Pajak Pengganti

adalah faktur yang bersifat pengganti dari faktur faktur pajak sebelumnya. Dikarenakan ada kesalahan pengisian, kecuali kesalahan pengisian NPWP atau kesalahan dalam mengisi nomor seri.

4. Faktur Pajak Gabungan

adalah salah satu faktur pajak yang di buat untuk  PKP ,yang mencatat semua isi pembelian barang. Dan di gunakan sebagai bukti untuk selama satu bulan kalender.

5. Faktur Pajak Digunggung

adalah jenis faktur bersifat bebas, misalnya identitas pembeli tidak wajib diisi sepertii, nama, dan tandatangan penjual.

6. Faktur Pajak Cacat

merupakan faktur abal-abal atau faktur yang tidak resmi karena tidak mencantumkan pengisian kode dan nomor seri.

7. Faktur Pajak Batal

bersifat untuk membatalkan. Dikarenakan adanya pembatalan transaksi. Pembatalan tersebut dengan alasan yang jelas seperti kesalahan dalam menulis NPWP pada faktur pajak.

Ada pula dokumen tertentu yang kedudukannya dipersamakan dengan faktur pada umumnya, tetapi tetap dipersamakan kedudukannya dengan faktur pajak. Contohnya adalah tagihan listrik, tagihan pemakaian air, tagihan telepon selular, dan lain sebagainya.

Ada pula dokumen tertentu yang kedudukannya dipersamakan dengan faktur pajak. Yaitu dokumen yang tidak memiliki format seperti faktur  pada umumnya, tetapi tetap dipersamakan kedudukannya dengan faktur pajak. Contohnya adalah tagihan listrik, tagihan pemakaian air, tagihan telepon selular, dan lain sebagainya.

Contoh Invoice Tagihan

invoice
http://www.katakatabijak.co.id

Kali ini kita akan membahas tentang berbagai bentuk invoice. Keberadaan invoice begitu penting, misalnya saja ketika kita membeli sesuatu di toko online, pasti kita akan mendapatkan selembaran kertas yaitu invoice.

Mungkin sebagian dari kita masih ada yang belum paham apa itu invoice ?  Disini kita akan kupas tuntas tentang invoice atau faktur dengan cara pembuatannya. Mulai dari pengertian invoice, fungsi atau kegunaan invoice dan tujuan invoice di buat. Beberappa contoh disini bisa kamu lihat setelah ini.

Cara Membuat Invoice Atau Faktur Yang Benar

Cara Membuat Invoice
sahabatnesia.com

Banyak orang menganggap rumit dalam pembuatan invoice atau faktur. Padahal faktur tersebut bisa mudah di buat. jadi kita tidak perlu pusing-pusing untuk mencari referensi yang mana simpel dan mudah dicontoh, karena kita bisa menngunakan internet untuk mencari sumber-sumber yang diinginkan.

Berikut beberapa poin penting dan umum yang ada di dalam invoice yaitu:

Pertama cantumkan dahulu identitas penjual

Kemudian cantumkan identitas pembeli atau tujuan yang yang akan ditagih

Harus di perhatikan dalam pengisian nomor faktur atau invoice tidak boleh salah atau keliru dalam pengisiannya.

List dan rincian barang yang akan dibeli pelanggan (deskripsi barang, harga satuan barang, jumlah, dan total harga barang tersebut secara keseluruhan)

Tanggal pemesanan

Harga invoice

Total pembayaran atau total pajak

Tips Agar Invoice Cepat di Bayar

1. Pastikan Invoice Pembayaran Mudah di Mengerti

Agar bisa di pahami konsumen dalam pengecekan barang, di haruskan menulis daftar barang dengan  jelas seperti mulai dari namanya, ukuran, bahan, jenis, dan deskripsi barang jika diperlukan.

Harus mengingatkan pada pembeli agar bisa melakukan transaksinya dengan tepat waktu. Sehingga konsumen akan mengingat dan akan secepatnya untuk melunasi tagihannya.

Logo ini selain membuat kamu lebih terlihat profesional, juga membuat invoice pembayaran kamu akan jauh lebih mudah dikenali oleh pelanggan.

2. Metode Pembayaran yang Praktis

Metode pembayaran yang di tawarkan harus menarik dan meringankan beban pembeli. Agar konsumen bisa melunasi tagihannya tepat dengan waktu. Apabila metode yang di tawarkan hanya beberapa saja, kemungkinan besar konsumen lebih lama untuk membayarnya.

Dengan begitu bisa berguna untuk kelancaran dalam bertransaksi saat pembeli akan melunasinya akan lebih mudah, lancar dan tidak akan menunda-nunda waktu pembayarannya.

3. Mengirimkan Invoice Pada Orang yang di Tujukan

Pastikan terlebih dulu jika ingin memberikan tagihan invoice tersebut, agar tidak salah orang dalam pengiriman faktur itu sendiri.

Karena akan menghambat pembayaran jika anda salah mengirim faktur atau salah mempercayakan seseorang yang telah membeli di suatu perusahaan anda, apalagi transaksi tersebut di lakukan secara kredit.

Selain itu, jangan pernah memberikan invoice kepada banyak orang. Karena hal ini tidak akan efektif

4. Tidak Perlu Menunggu

Misalkan kamu sudah mengirimkan barang sesuai dengan pesanan konsumen pada hari rabu. Dan usahakan tepat di hari rabu, jangan lebih dari waktu yang sudah di tentukan.

Bila perlu, kirimkan pada hari rabu itu juga, terlebih lagi jika konsumen kamu adalah tipe yang tidak suka telat dalam masalah pembayaran.

Oleh karena itu, mengirimkan invoice harus secepat mungkin agar tidak  ada kemungkinan terjadinya proses pembayaran yang terlambat.

5. Jangka Waktu Invoice

Cara membuat invoice yang selanjutnya adalah jangan pernah menulis jangka waktu tagihan seperti yang kamu inginkan.

Maksudnya begini, jika kamu ingin konsumen membayar invoice dalam waktu 1 bulan. Maka kamu menulisnya 3 minggu atau 20 hari.

Hal ini bertujuan untuk menghindari kemungkinan telat membayar. Sebuah perusahaan akan mengalami kerugian apabila konsumen terlambat dalam proses pembayarannya. Dan mempengaruhi dana operasional lainnya.

6. Ingatkan Kembali Pelanggan

Jika sampai jatuh tempo, konsumen belum juga melunasi tagihannya, maka hal ini perlu kamu waspadai. Apabila konsumen kamu sibuk, mungkin ini tidak akan menjadi masalah.

Yang lebih seringnya ialah, konsumen memang tidak berniat untuk melunasinya dengan cara menghilangkan invoice tersebut dan yang lebih parah lagi konsumen bisa kabur seperti pindah rumah ke luar kota.

Oleh sebab itu, ketika sudah lewat jatuh tempo, kamu harus segera menghubungi konsumen kamu untuk segera melunasi pembayarannya.

Konsumen harus di beritahu pengertian dari tujuan invoice di buat semata-mata untuk memudahkan pemadukan yang memang jadi hak anda sendiri. Dan agar bisa di pahami oleh konsumen sehingga tidak ada ke mungkinan untuk terlambat.

Membuat  Perjanjian atau Kesepakatan batas waktu

membuat perjanjian
http://rumuslengkap.com

Di haruskan adanya kesepakatan antara pembeli dan penjual. Karena dengan begitu akan menguatkan kedua belah pihak.

Dalam berbisnis harus berani dan percaya diri, tidak boleh ragu dalam menentukan atau membuat perjanjian. Dari kesepakatan tersebut menjadi sebuah perjanjian secara tulis yaitu tertandai dengan materai.

1. Mengirim faktur dengan sopan

Cara penulisannya harus dengan bahasa yang baik dan sopan. Berikut di srtai dengan keterangan atau rincian yang tepat sesuai tanggal pemesanan. Ucapkan terima kasih di akhir penulisan tersebut.

Karena sangat berpengaruh ketika kita memberikan tagihan tersebut dengan bahasa sopan dan mengucapkan terima kasih, akan membuat pembeli merasa di hargai dan cepat dalam melunasi pembayaran tersebut.

2. Menentukan batas waktu pelunasan

Di perlukan catatan yang lengkap di sertai tanggal jatuh tempo dan jam pelunasan dari tagihan tersebut. Cara ini berfungsi untuk memudahkan anda dalam penagihan pada konsumen tersebut.

3. Berikan biaya penalti jika terlambat

Tentunya, biaya penalti ini sebaiknya telah disepakati sebelum melakukan pekerjaan.

Yang Harus Ada di Dalam Invoice

didalam invoice
http://stickmangames.me

Secara hukum, tidak ada desain baku untuk sebuah invoice, sehingga setiap perusahaan/orang dapat mengeluarkan bentuk invoice yang berbeda. Walaupun begitu, sebuah invoice wajib menampilkan informasi berikut:

1. Judul surat bertuliskan “INVOICE

Kata INVOICE wajib dituliskan di dalam surat invoice itu sendiri. Apabila dalampenagihan tersebut di kirim melalui via internet. Maka harus memakai judul invoice pada email tersebut. 

2. Nama perusahaan/penagih

Untuk invoice perseorangan, bagian ini dapat diisi dengan nama lengkap orang yang bertanggung jawab atas barang/jasa yang dipesan oleh pembeli.

3. Alamat lengkap dan nomor telepone

Melengkapi data diri dari pembeli, adalah salah satu cara agar tidak ada kemungkinan komplain barang tidak sampai. Data lengkap tersebut seperti email, alamat, nama dan kode pos tempat ia tinggal.

4. Nomor invoice

Nomor invoice harus berbeda jika dalam pengiriman tersebut bisa beberapa kali, makan dengan begitu invoice masing-masing di di setiap pengirimannya. Itu lah gunanya nomor dari invoice.

5. Tanggal penagihan

Tanggal penagihan dihitung sejak invoice dikirim oleh penjual.

6. Daftar barang/jasa yang dipesan beserta rincian harga

Dalam penulisan tersebut harus jelas nama barang dan type nya, agar mudah di pahami oleh konsumen serta tulisan daftar tersebut harus di buat yang jelas seperti daftar pembelanjaan pada umumnya.

Apabila dalam rincian tersebut tidak jelas dalam penulisannya atau ada kesalahan dalam mencatatnya, harap segera di konfirmasikan kepada pihak pembeli. Adapun contoh dari isi invoice tersebut ialah sebagai berikut:

  1. Logo perusahaan
  2. NPWP perusahaan/perseorangan
  3. Batas akhir pembayaran
  4. Cara dan metode pembayaran
  5. Informasi lainnya terkait pembayaran

Pengertian Faktur dalam Akuntansi

faktur
pixabay.com

Faktur dalam kegiatan jual beli adalah salah satu bukti otentik telah terjadinya sebuah transaksi perdagangan.

Dalam perdagangan biasa dalam kehidupan sehari-hari misalnya di pasar tradisional adalah sebuah kegiatan jual beli yang tidak memiliki faktur.

Faktur sendiri memiliki fungsi sebagai alat bukti transaksi adalam penagihan terhadap konsumen.

Faktur pada umumnya berisi nama pelanggan,alamat, nomor pemesanan, barang-barang yang diperjualbelikan termasuk jenis dan modelnya, biaya-biaya, dan lain-lain sebagainya.

Tidak ada bentuk baku dari faktur, oleh karena itu setiap perusahaan memiliki bentuk faktur yang berbeda-beda.

Terkadang dalam transaksi barang yang dikirimkan tidak sesuai pesanan, maka dengan adanya faktur, pembeli memiliki bukti untuk melakukan retur pembelian atau meminta pembetulan dari kesalahan tersebut.

Faktur umumnya dibuat menjadi 3 rangkap, satu untuk penjual, satu untuk pembeli dan satunya lagi disimpan pada buku faktur.

Seiring dengan perkembangan teknologi dan mulai populernya budaya belanja online, saat ini faktur telah dibuat dalam bentuk elektronik. E-Faktur memiliki kegunaan yang sama dengan faktur pada umumnya.

Beberapa fungsi faktur dalam transaksi ekonomi antara lain:

  • Memberikan informasi lengkap mengenai daftar barang-barang yang dibeli oleh pembeli.
  • Memberikan informasi lengkap mengenai jumlah pembayaran yang harus dibayarkan pelanggan.
  • Bukti komplain bagi pelanggan jika ada kesalahan dalam menulis barang.
  • Dapat menjadi rujukan apabila barang yang diperjual belikan akan dijual kembali ke pihak lain.

Menjadi rujukan sah untuk dimasukkan dalam buku transaksi pengeluaran.

Bagi pengusaha, faktur menjadi bukti transaksi jual beli.

Faktur menjadi bukti melakukan penagihan kepada pelanggan. 

FAKTUR PAJAK SEDERHANA ATAU STANDAR

faktur sederhana
wonder-traveling.blogspot.com

Peraturan pemerintah– kalau kita ingat pada UU PPN yang mewajibkan pajak pada masukan atas pendapatan dengan faktur pajak sederhana lazimnya di bayar secara lunas tanpa kredit atau tempo.

PPN yang dipungut PPNBM yang dipungut dan di wajibkan mengisi data seperti nama, alamat, kode, nomor seri, dan tanggal pembuatan Faktur Pajak tersebut.

Selama ini, pedagang pengecer ini bisa menggunakan faktur pajak sederhana tanpa harus memuat semua informasi di atas.

Nah, mulai 1 April 2010 tidak ada lagi faktur pajak sederhana dan PKP pedagang eceran harus membuat faktur pajak yang tidak sesuai dengan ketentuan Pasal 13 ayat (5) UU PPN. Faktur pajak tanpa keterangan dan nomor seri akan termasuk sebagai faktur palsu atau cacat.

Dan di wajibkan untuk semua perusahaan atau pengusaha yang menerbitkannya faktur pajak cacat akan diberikan sanksi  2% dari Dasar Pengenaan Pajak. Usahakan membuat faktur pajak yang sesuai dengan aturan yang berlaku.

Karena jika tidak sesuai dalam penomoran, alamat dan nama bukan saja kena sanksi tetapi akan sangat sulit  bagi pembeli untuk mengirim faktur pajak tersebut kepada pembeli.

Pada pasal 14 ayat (1)  yang memiliki arti penekanan atau penegasan Surat Tagihan Pajak (STP) jika PKP tidak mengisi faktur pajak secara lengkap sesuai Pasal 13 ayat (5) UU PPN.

Dan dalam hal penyerahan tersebut harus dilakukan oleh Pengusaha Kena Pajak pedagang eceran.

Setelah berlakunya aturan tersebut di wajibkan untuk pedagang eceran seperti Pak Hari,telah di terbitkan jenis faktur pajak tanpa mencantumkan identitas pembeli serta nama dan tandatangan yang berhak menandatangani faktur pajak.

Bagaimana dengan penomorannya? Nomor tersebut sudah tidak berlaku lagi untuk faktur pajak sederhana sudah tidak berlaku lagi.

Maka penomoran yang sama seperti penomoran faktur pajak standar lazimnya diatur dalam Peraturan Dirjen Pajak telah di terapkan peraturan  pembuatan faktur pajak yang sesuai dalam UUD.

Namun khusus untuk pengusaha kena pajak atau pedagang eceran akan di terapkan dengan penomoran faktur pajak ini masih diberikan keringanan sampai dengan 31 Desember 2010.

Faktur Pajak Sederhana harus berisi dengan nomor serinya kepada PKP menjadi Faktur Pajak yang harus di sesuaikan dengan ketentuan dalam Peraturan Dirjen Nomor 13/PJ/2010 ini. Ketentuan selengkapnya adalah sebagai berikut :

Namun seiring berjalannya waktu dengan perkembangan jaman, sudah di berlakukan pada tanggal 31 Desember 2010 Pengusaha Kena Pajak Pedagang Eceran dapat menggunakan kode dan nomor seri khusus sebagai pengganti Kode dan Nomor Seri tersebut diatur pada Pasal 6 ayat Peraturan Dirjen Pajak Nomor 13/PJ/2010.

Dari kode atau nomor seri khusus di dapat berupa nomor invoice atau nomor struk yang ditentukan sendiri oleh PKP Pedagang Eceran.

Setelah berlakunya peraturan ini, para pedagang eceran mempunyai waktu untuk memakai penomoran Faktur Pajak tersebut yang sudah dilakukan sebelumnya atau membuat penomoran baru yang tidak harus sesuai dengan ketentuan Peraturan Dirjen.

Namun tanggal 1 Januari 2011 telah di berlakukan untukk seluruh Pengusaha Kena Pajak wajib menggunakan Kode dan Nomor Seri Faktur Pajak sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Pasal 6 ayat (1) Peraturan Dirjen Pajak Nomor 13/PJ/2010.

Setelah berlakunya 1 Januri 2011, sudah di pastikan tidak akan ada perbedaan antara pedagang-pedagang mengenai penomoran Faktur Pajak tersebut.

Demikian penjelasan atau pembahasan kita kali ini semoga bermanfaat bagi anda sekalian yang sedang membutuhkan contoh-contoh faktur dengan fungsi serta pengertiannya.

Jika ada kekeliruan dalam ulasan ini harap maklum, karena ini bersifat edukasi, maka sangatlah penting berbagi informasi dan di perlukan saran/kritik dari kalian semua untuk penyempurnaan dari pengertian atau contoh-contoh faktur di dalam artikel ini.

Terima kasih, semoga artikel r ini bisa bermanfaat bagi kalian semua yang masih belum memahami apa itu invoice? Disini sudah di jelaskan dengan lengkap dan pengertian dari masing-masing faktur.

Sukses untuk kalian semua yang mau berusaha mencari pengetahuan lewat membaca artikel ini.

Salam damai.