Penjelasan Tentang Hukum Berdiri Pada Saat Mahallul Qiyam

Mahalul Qiyam – Apakah hukum berdiri pada saat membaca shalawat atau Maulid Nabi, yakni pada saat mahallul qiyam?

يَا نَبِي سَلَامْ عَلَيْكَ يَا رَسُوْلْ سَلَامْ عَلَيْكَ

Wahai Nabi salam kepadamu, Wahai Rasul salam kepadamu.

Berdiri pada saat memperingati Maulud Nabi SAW adalah “urus syar’i yang mana hukumnya adalah sunnah, sehingga pelaksanannya tidak berbeda-beda di semua tempat.

Misalkan berdiri pada saat membaca Maulud Nabi Muhammad SAW hukumnya membolehkan karena yang melakukan hal tersebut hanya sebagai bentuk rasa hormat terhadap Beliau Rasulullah SAW.

Tidak banyak ulama yang menerangkan tentang hukum tersebut, walaupun tidak ditemukan satupun yang mengatakan mahallul qiyam itu haram.

www.beritaislami.org

Berdiri untuk menghormati sesuatu sesungguhnya telah menjadi sebuah tradisi kita. Bahkan untuk menghormati benda mati juga berdiri.

Contohnya, pada upacara bendera setiap hari senin dan 17 Agustus serta di waktu-waktu tertentu ketika sangsaka merah putih dinaikkan lalu kemudian diiringi dengan kumandang lagu kebangsaan Indonesia Raya maka seluruh pesertanya diwajibkan untuk berdiri.

Hal tersebut bertujuan untuk menghormati bendera merah putih dan secara tidak langsung juga menghormat jasa para pejuang yang telah memerdekakan Indonesia.

Demikian juga dengan berdirinya ketika membaca sholawat, hal tersebut merupakan salah satu bentuk penghormatan kepada Nabi  Muhammad SAW sebagai hamba Allah yang paling mulia. Rasulullah SAW bersabda.

عَنْ أَبِي سَعِيْدٍ الْخُذْرِيّ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِلْأَنْصَارِ: قُوْمُوْا إلَى سَيِّدِكُمْ أوْ خَيْرِكُمْ. رواه مسلم

Dari Abi Said Al-Khudri, beliau berkata, Rasulullah SAW bersabda kepda para sahabat Ansor, “Berdirilah kalian untuk tuan kalian atau orang yang paling baik di antara kalian.” (HR Muslim).

Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki menyatakan bahwa Imam Al-Barzanji di dalam kitab Maulid-nya yang berbentuk prosa menyatakan, ”Sebagian para imam hadits yang mulia itu menganggap baik (istihsan) berdiri ketika disebutkan sejarah Nabi Muhammad SAW. Betapa beruntungnya orang yang mengagungkan Nabi dan menjadikan hal itu sebagai puncak tujuan hidupnya. (Al-Bayan wat Ta’rif fi Dzikral Maulid an-Nabawi, hal 29-30).

berdiri mahallul qiyam
gloobest.blogspot.com

Ketika membaca doa tahiyat akhir disetiap shalat, kita selalu mengucapkan:

اَلسَّلَامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ

“assalamualika ayyuhan nabiy”, salam kepada Engkau wahai Nabi

Perhatikan benar-benar redaksinya, pada saat menyebut Nabi dalam shalat kita diharuskan menggunakan kata ganti كَ  atau kata ganti orang kedua atau dlamir mukhatab yang memiliki arti kamu atau anda.

Hal tersebut menyatakan bahwa, kita tidak menyebut Nabi dengan sebutan engkau. Sehingga pada saat berdoa seakan-akan Nabi Muhammad SAW hadir dihadapan kita.

Dari keterangan tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa doa yang dipanjatkan kepada Allah SWT pada tahiyat akhir tidak akan diterima tanpa menyebut Nama Muhammad SAW, tanpa menghadirkan beliau.

Oleh karena itu disetiap doa, setelah mengucapkan ”Alhamdulillah” segala puji bagi Allah, lalu kemudian diteruskan dengan membaca berbagai macam sholawat, barulah setelah lanjut pada inti dari doa kita yang akan dipanjatkan.

Makna pada saat berdoa menyembah Allah harus ada Mahluk Allah SWT yang paling mulia bernama Muhammad SAW. Oleh karena itu, kita sangat membutuhkan Rasulullah SAW pada saat kita memanjatkan doa kehadirat Allah SWT.

Begitu pentingnya kehadiran Nabi Muhammad SAW dalam setiap doa. Ambil contoh lagi pada tradisi warga pesantren pada saat mengadakan aqiqah atau acara syukuran untuk bayi yang baru dilahirkan.

Keluarga bayi yang menyelenggarakan aqiqah tidak akan mengeluarkan bayi sebelum pada momen mahalllul qiyam, pada saat-saat kita berdiri membaca:

يَا نَبِي سَلَامْ عَلَيْكَ يَا رَسُوْلْ سَلَامْ عَلَيْكَ

Perhatikan pada kalimat yang dibaca ”Wahai Nabi salam kepadamu, Wahai Rasul salam kepadamu” seakan Nabi Muhammad hadir pada saat itu, hal tersebut adalah urgensi dari ajaran tawashul kepada Nabi atau memanjatkan doa dengan perantara Rasulullah SAW.

Video Mahallul Qiyam Oleh Habib Syech bin Abdul Qadir Assyegaf:

Demikianlah penjelasan tentang berdiri pada saat mahallul qiyam yang telah diajarkan oleh para ulama pendahulu kita.

Obat Penawar Hati yang Diajarkan oleh Rasulullah SAW

khusnudzon

Semua orang pasti tentunya pernah mengalami sakit hati dalam kehidupannya. Baik di lingkungan keluarga, sahabat maupun dalam bermasyarakat.

Layaknya sifat sedih dan gembira, rasa tersebut merupakan suatu hal yang wajar dalam kehidupan manusia, terlebih manusia adalah mahluk sosial yang dalam setiap aspek kehidupannya tidak lepas dari berinteraksi dengan mahluk hidup.

Banyak sekali sebab awal mula datangnya perasaan tersebut yang datang dari berbagai macam. Contohnya misalkan dari perbedaan pendapat,  kecemburuan sosial, konflik, perbedaan pendapat, iri hati dan dengki.

Jika perasaan tersebut dibiarkan maka lama kelamaan akan semakin tumbuh dan membengkak dalam hati yang berdampak menjadikannya tidak sehat sang pemilik hati.

Sang pemiliik hati juga akan mudah setres tidak bahagia dan paling parahnya lagi akan semakin lupa lalu menjauh dari Allah SWT.

Lalu bagaimana caranya untuk menangani penyaki hati tersebut? Berikut dibawah ini beberapa obat penawar untuk menaklukan hati yang telah diajar Oleh Rasulullah SAW sebagai obat hati.

 

1. Muhasabah Diri

muhasabah diri
vixtalks.com

Sebelum menyalahkan orang lain, baiknya berkaca melihat diri sendiri untuk mengkoreksi. Misalkan saja sakit oleh kata-kata saudara kita, mungkin mereka tidak bermaksud menyakiti.

Cobalah bertanya pada diri sendiri, mengapa mereka bersikap seperti itu terhadap kita. Jangan-jangan kita sendiri pernah berbuat salah, atau mungkin cara penyampaian mereka berbeda namun tetap bermaksud baik.

Mungkin karena kita sedang banyak masalah, jadi apapun yang orang katakan kepada kita selalu bersifat negative. Oleh karena itu sangat penting bagi kita untuk tetap bermuhasabah.

2. Menjauhkan Diri dari Sifat Iri Hati dan Dengki

menjauhkan diri dari sifat iri
pixabay.com

Dengki dan Iri Hati merupakan sebuah celah bagi para syaitan untuk memasuki hati manusia. Ketika kita melalukan hal negative syaitan akan sangat mudah sekali untuk masuk kedalam hati dan pikiran untuk menggoda.

Mempunyai angan-angan yang berlebihan dapat membuat buta dan tuli seseorang, karena jika berangan-angan tidak berlandaskan iman maka akan cenderung akan melakukan apapun demi hawa nafsu untuk mendapatkan angan-angan dan cita-citanya.

Sifat tersebut berawal dari rasa cinta terhadap hal-hal yang bersifat duniawi seperti materi, kehormatan, dan pujian. Bila manusia memiliki salah satu sifat dari ketiga hal tersebut, maka hatinya tidaka akan pernah tenang.

Tidak memiliki rasa bersyukur karena tidak pernah merasa puas selalu merasa kekurangan. Selalu memandang ke atas, seolah-olah sepertinya tidak rela jika orang mempunyai kelebihan melebihi dirinya.

Oleh karena itu baiknya hapus terlebih dahulu rasa cinta terhadap dunia. Barulah, hati akan terasa tenang dan rasa dengki juga akan ikut menghilang.

Rasulullah SAW Bersabda :

Tidak boleh dengki kecuali kepada dua orang. Yaitu orang yang diberi harta oleh Allah, kemudian membelanjakannya di jalan yang benar dan orang yang diberi hikmah oleh Allah, kemudian memutuskan persoalan dengannya dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari).

Baca Juga : Manfaat Bersholawat

3. Menjauhkan Diri dari Sifat Keras Hati dan Amarah

Menjauhkan Diri dari Sifat Keras Hati dan Amarah
pixabay.com

Ketika sedang marah muncul dalam hati manusia, maka akan bertindak tanpa pertimbangan, yang mana akal telah dipengaruhi oleh syaitan untuk melakukan keburukan.

Jika akal sudah melemah yang tersisa adalah hawa nafsu. Peran syaitan mulai bekerja dengan leluasa untuk melancarkan segala rencananya untuk mempermainkan diri manusia.

Ibnu Qudamah dalam Minhajul Qashidin menyebutkan bahawa Iblis pernah berkata, “Jika manusia keras hati, maka kami akan membaliknya sebagai anak kecil yang membalik bola.

 

4. Memelihara Sifat Pemaaf

memaafkan
pixabay.com

Allah sang khaliq, maha Pemaaf terhadap para hambaNya. Tak peduli sebesar apapun dosa hambaNya, baik sebesar gunung maupun sedalam lautan. Jika mereka bertaubatan nasuha (bersungguh-sungguh), maka Allah SWT akan memberikan pintu maaf sebesar-besarnya.

Firman Allah :

“Jadilah engkau pemaaf, dan suruhlah orang mengerjakan yang ma’ruf, serta berpalinglah dari orang-orang yang bodoh.” Surah Al-A’raf : 199.

Kita sebagai manusia yang lemah, tidak sepatutnya bersifat sombong dengan tidak mau memaafkan kesalahan orang lain. Sebelum mereka meminta maaf, baiknya kita memaafkan terlebih dahulu. Insya Allah dengan begitu hati akan terasa lebih lapang.

Rasulullah SAW Bersabda:

“Bertakwalah kepada Allah di mana engkau berada, tindaklanjutilah kesalahan dengan kebaikan, niscaya kebaikan tersebut menghapus kesalahan tersebut, dan bergaulah dengan manusia lain dengan akhlak yang baik.” (HR. Hakim dan At-Tirmidzi).


“Memaafkan merupakan bentuk rasa cinta tertinggi dan yang terindah.
Sebagai balasannya akan mendapatkan kedamaian serta kebahagiaan yang tak terhingga.
Terkadang, terlalalu sulit membiarkan cinta membimbing ketika hati disakiti orang lain.
Namun, Biarlah luka hati itu kecil ataupun besar tidak akan mendapatkan kebahagiaan. sebelum memberikan maaf”


5. Husnudzon / Berprasangka Baik.

khusnudzon
pixabay.com

Adakalanya seorang muslim berburuk sangka terhadap seorang muslim lainnya sehingga dia mengecilkan orang lain. Lalu kemudian berbicara dengan mengatakan bermacam-macam tentang orang lain dan mengatakan bahwa dirinya lebih baik dari mereka.

Maka, perkara tersebut adalah tidak benar. Harusnya setiap muslim harus mengawasi diri terhadap titik yang cenderung dapat memancing tuduhan, supaya orang lain tidak berburuk sangka padanya.

Allah berfirman:

“Hai orang-orang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka. Sesungguhnya sebahagian prasangka itu adalah dosa. Dan janganlah kalian mencari-cari kesalahan orang lain, dan janganlah sebahagian kalian mengejek sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya.” (QS. Al-Hujurat : 12).

 

6. Ikhlas

ikhlas
pixabay.com

Ikhlas merupakan suatu amalan yang paling mudah diucapkan namun paling sulit untuk dilakukan. Barang siapa yang ikhlas bisa meniatkan segala tindakannya kepada Allah.

Tidak mempunyai jiwa yang berambisi pada duniawi, bila Allah SWT memberikan ujian maka akan dihadapinya dengan rasa nikmat dan bersyukur.  Begitupun sebaliknya, jika diberikan kesusahan akan bersabar  untuk menghadapinya.

Selalu percaya dengan Allah, bahwa segala sesuatu yang menimpanya adalah yang terbaik diberikan kepada hambaNya.

Orang ikhlas akan dengan mudah mengendalikan hatinya untuk selalu mempasrahkan segala sesuatunya dan bergantung harapannya hanya kepada Allah SWT.

Alhamdulillah, telah selesai 6 obat penawar hati yang Rasulullah ajakarkan kepada umat Islam. Semoga dapat bermanfaat dan bisa kita gunakan dalam menjalani kehidupan sehari-hari agar lebih tenang menghadapi segala cobaan yang Allah berikan. Amiin

Sholawat Syifa Tibbil Qulub Sebagai Penyembuh Segala Macam Penyakit

Sholawat tibbil qulub

Sholawat Syifa atau Sholawat Tibbil qulub pertama kali saya dengar dari anak-anak kecil yang mengaji  di sebuah Taman Pendidikan Al-Qur’an Masjid Kampung saya.

Alunan shalawatnya yang begitu sejuk, apalagi setelah mendengar kata syifa dalam shalawat tersebut yang memiliki arti sebagai obat atau penyembuh membuat hati saya terenyuh untuk ikut bershalawat. Setelah saya mencoba menggali lebih dalam tentang Sholawat syifa, ternyata memiliki banyak sekali manfaat.

Sholawat syifa tibbil qulub merupakan shalawat Thibbiyah yang terkenal dan memiliki sebagai penawar atau obat, karena dalam bacaan tersebut terdapat kandungan tawasul kepada Junjungan Nabi Besar Muhammad SAW.

Yang mana diumpamakan sebagai keafiatan sehat jasmani dan rohani bagi segala tubuh dan segala penawarnya, cahaya bagi segala mata dan sinarnya, makanan dan santapan bagi segala ruh.

Shalawat syifa tibbil qulub ini dari Nabi Sholallahu ‘alaihi wa aalihi wasalam yang diambil dari kitab “Mafaatihu as-sa’adaah fi Sholawat”. Al Habib Abu Bakar bin Abdullah bin ‘Alwi bin Abdulloh bin Tholib Al-Athos.

Bacaan Sholawat Syifa Tibbil Qulub

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ طِبِّ الْقُلُوْبِ وَدَوَائِهَا . وَعَافِيَةِ اْلأَبْدَانِ وَشِفَائِهَا . وَنُوْرِ اْلأَبْصَارِ وَضِيَائِهَا . وَقُوْتِ اْلأَرْوَاحِ وَغِذَائِهَا . وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ

“Allahuma shalli ‘alaa sayyidinaa Muhammadin thibbil quluubi wadawaa-iha wa‘aafiyatil abdaani wasyifaa-ihaa wanuuril ab-shaari wadhiyaa-ihaa wa’alaa aalihii washohbihii wasaliim”

Artinya: “Ya Allah, curahkanlah rahmat kepada baginda kami, Junjungan Nabi Muhammad SAW sebagai penyembuh hati sekaligus obatnya,  penyehat badan dan kesembuhannya dan sebagai penyinar penglihatan mata  beserta cahayanya dan merupakan makanan pokok jasmani maupun rohani, Semoga sholawat dan salam tercurahkan pula kepada keluarga serta para shahabat-shahabatnya.”

Faedah Bersholawat Akan Mendapat Rahmat Langsung dari Allah SWT

Shalawat syifa
youtube.com

Karena pada dasarnya bershalawat kepada Rasulullah memiliki banyak sekali khasiat yang tidak terhitung oleh akal manusia dan salah satu nikmat serta ganjaran terbesar shalawat adalah Allah SWT membalasnya dengan 10 kali sholawat yang berupa rahmat yang langsung mendatangi kita.

Masya Allah, apalagi yang lebih baik dari rahmat Allah SWT. Oleh karena itu perbanyaklah sholawat dan sesering mungkin, selalu sempatkan bershalawat dalam semua aktifitas kita sehari-hari. Agar semua yang lakukan selalu dirahmati Allah SWT dan senantiasa menjadi berkah.

Sholawat Tibbil Qulub sebagai Syifa

Sholawat tibbil qulub
situssejarah.com

Sholawat tibbil qulub sendiri salah satu sholawat yang istimewa yakni memiliki banyak keutamaan. Sholawat tibbil qulub atau Sholawat syifa juga dikenal dengan sholawat nuril abshor, sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya, bersholawat memiliki banyak sekali manfaatnya.

Sholawat tibbil qulub dikhususkan untuk mengobati dan menyembuhkan berbagai macam penyakit, baik penyakit dhohir atau badaniyah maupun batin atau hati.

Ada Beberapa fadhilah sholawat tibbil qulub  ialah dapat mengobati atau memberikan kesehatan terhadap tubuh dari bermacam-macam penyakit.

Menjadikan beban hati, beban pikiran semkain ringan, menyembuhkan dan mengobati dari sifat tercela dan kegundahan atau rasa was-was serta memberikan cahaya dan sinar bagi mata hati.

Selain itu juga sholawat syifa dapat menenangkan hati ketika detik-detik persalinan yg menegangkan, karena dengan bersholawat insya Allah hati kita akan merasa lebih tenang.

Tidak hanya dari segi spiritualnya saja yang harus kita persiapkan, namun juga kita harus lengkapi pengetahuan tentang ilmu parenting sebagai bentuk ikhtiarnya. Salah satunya saya rekomendasi web milik ustadz saya rahimsehat.com insya Allah isinya sangat bermanfaat untuk persiapan kebutuhan parenting.

Baca Juga: Penjelasan Berdiri Pada Saat Mahallul Qiyam

Cara Mengamalkan Sholawat Syifa Tibbil Qulub untuk Mengobati Segala Penyakit

cara membaca sholawat syifa
ukhtiindonesia.com

Bacalah sholawat tibbil qulub sebanyak 7 kali, di setiap satu kali bacaan ditiupkan ke satu gelas air minum lalu kemudian di minum.

Bisa juga dengan membaca sholawat syifa ini sebanyak 7 kali, disetiap membaca ditiupkan di kedua telapak tangan lalu diusapkan kepada bagian tubuh yang sakit.

Insya Allah penyakit yang diderita akan segera sembuh. Bagi hati yang sempit sering merasa was-was dan bingung serta merasa sumpek atau jenuh, perbanyaklah membaca sholawat ini sebagai wirid setiap setelah sholat fardhu.

Atas izin Allah SWT semua permasalahan akan segera terselesikan dan dilapangkan hatinya serta akan terhindar dari segala macam penyakit.

“Barangsiapa yang senantiasa selalu membaca Sholawat Syifa Tibbil Qulub setiap malam sebanyak 7 kali atau 21 hingga 41 kali bahkan mencapai 313 Insya Allah diberi terang hatinya serta diberi kesehatan lahir dan bathin”

Bukti Sholawat Tibbil Qulub dijadikan Sebagai Syifa

Al-Habib Ahmad bin Hasan Al-Athos
flickr.com

Sebenarnya masih banyak lagi manfaat dan faedah dari sholawat syifa tibbil qulub. Seperti yang telah di tuturkan dalam kumpulan Kalam Al-Habib Ahmad bin Hasan Al-Athos mengenai sholawat tibbli qulub “Seseorang yang lemah penglihatannya datang kepada Al-Habib sambil mengeluh, lalu kemudian beliau mengusap kedua mata lelaki tersebut dan memerintahnya untuk memperbanyak membaca sholawat syifa tibbil qulub.

Beliau juga mengatakan: Telah bercerita kepadaku Al-Habi Muhammad bin Zein Ba’abud beliau berkata: “Penglihatanku telah diambil, dan aku mengeluhkan atas keadaan tersebut kepada Al-Habib Sholeh bin Abdillah Al-Athos”.

Kemudian beliau mengusap kedua mataku lalu berkata : “Bacalah sholawat kepada Nabi Sholallaohu ‘alaihi wa aalihi wassalam sebanyak 300 kali dengan sholawat sepert ini: Allahumma sholi ‘alaa sayyidina Muhammadin thibil quluubi wadawaa ihaa wa ‘aafiyatil abdaani wasifaa ihaa wa nuuril abshoori wa dliyaa ihaa wa ‘alaa aalihi wa shohbihi wasalim.”

Setelah aku mengamalkannya, Alhamdulillah atas izin Allah SWT penglihatanku kembali seperti semula.

Lalu kemudian Habib Ahmad berkata : Habib Abu Bakar Bin Abdullah merupakan salah seorang Guru Habib Ali Al-Habsy (Sohibul Maulid Habsy) telah memberi ijazah kepadaku dengan sholawat tersebut. Beliau memerintahkan kepadaku untuk mengamalkannya setiap selesai sholat fardhu/maktubah sebanyak 3 kali.

Dengan demikian sudah terbukti bahwa manfaat dan faedah dari sholawat tibbil qulub sebagai syifa ini untuk mengobati dari berbagai macam penyakit.

Kontroversi Pendapat Tentang Sholawat Syifa Tibbil Qulub

Shalawat bid'ah
sholawat.co

Walaupun ada beberapa orang yang mengatakan bahwa sholawat tibbil qulub mendatangkan syirik, namun hal tersebut terjadi bila shalawat ini disalah artikan dalam penerjemahannya. Menurut Terjemahannya, memang terdapat sedikit kebingunan jika di terjemahkan ayat per ayat.

Namun, yang terpenting adalah kita haru ingat bahwa segala penyakit dan musibah yang datang itu semuanya berasal dari Allah SWT dan segala penyembuhnya juga datang dari Allah SWT.

Video Lirik dan Arti Sholawat Syifa Tibbil Qulub / Pepali Ki Ageng Selo Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf

Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf
fawaiq.blogspot.com

Sholawat syifa tibbil qulub yang dibawakan Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf terdapat dua sholawat sekaligus, yakni dengan sholawat Pepali Ki Ageng Selo.

Selayang pandang tentang Ki Ageng Selo, Beliau salah satu  tokoh penyebar agama Islam di tanah Jawa. Pemilik dari nama lain Syaikh Abdurahman tersebut merupakan masih memiliki garis keturunan dengan Raja terakhir Majapahit yang merupakan calon Raja-raja Mataram Islam. Raja tersebut ialah Panembahan Senopati yang mana merupakan salah satu cicit Ki Ageng Selo.

Berikut lirik dan arti dari Syifa Tibbil Qulub / Pepali Ki Ageng Selo :

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ طِبِّ الْقُلُوْبِ وَدَوَائِهَا . وَعَافِيَةِ اْلأَبْدَانِ وَشِفَائِهَا . وَنُوْرِ اْلأَبْصَارِ وَضِيَائِهَا . وَقُوْتِ اْلأَرْوَاحِ وَغِذَائِهَا . وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ

“Allahuma shalli ‘alaa sayyidinaa Muhammadin thibbil quluubi wadawaa-iha wa‘aafiyatil abdaani wasyifaa-ihaa wanuuril ab-shaari wadhiyaa-ihaa wa’alaa aalihii washohbihii wasaliim”.

Artinya: “Ya Allah, curahkanlah rahmat kepada baginda kami, Junjungan Nabi Muhammad SAW sebagai penyembuh hati sekaligus obatnya,  penyehat badan dan kesembuhannya dan sebagai penyinar penglihatan mata  beserta cahayanya dan merupakan makanan pokok jasmani maupun rohani, Semoga sholawat dan salam tercurahkan pula kepada keluarga serta para shahabat-shahabatnya.”

Bait Pertama :

Pepali ki ageng, selo amberkahi

Ojo gawe angkuh, ojo ladak lan ojo jahil

Ojo ati serakah lan ojo celimut,

Ojo buru aleman lan ojo ladak

Wong ladak pan gelis mati, lan ojo ati ngiwo

Artinya: Larangan Ki Ageng Selo yang memberkahi, jangan sombong, jangan bengis dan jangan jahil, jangan serakah dan jangan panjang tangan, jangan mencari pujian dan jangan angkuh. Orang yang angkuh akan cepat mati dan jangan berkehendak negatif.

 

Bait Kedua :

Niruho wong mulyo, habaib ulomo

Niyat hormat golek tsawab ujar berkah kang minulyo

Ojo sampe modo, ora keno nyelo

Luwih becik derek tindak lampah pinuji minulyo

Tembung alus ati ati, lungguhe ojo sembrono

Artinya: Tirulah orang mulia, serta para Habib dan Ulama. Berniat untuk menghormati, mencari pahala dan keberkahan dari nasihat orang mulia. Jangan sampai menghina, jangan menyela. Lebih baik ikut aktivitasnya yang mulia. Bicara dengan halus dan hati-hati, duduknya jangan seenaknya sendiri.

 

Bait Ketiga:

Sopo nandur bagus, bakal panen ugo

Seneng ayem bahagia, anak putu sak kluwargo

Lamun dadi penggede, printah anak buahe

Ojo nganti keras kaku, sak seneng karepe dewe

Dadiyo siro pelindung, printah kelawan kiro kiro

Artinya: Barang siapa yang menanam pasti akan memanennya juga. Senang tenang dan bahagia bersama anak cucu sekeluarga. Saat menjadi Pejabat, ketika memerintah anak buahnya. Jangan menggunakan kekerasan dan kaku seenaknya sendiri. Jadilah engkau pelindung, memerintah dengan penuh perhitungan.

 

Bait Keempat:

Iling lan waspodo, dawuh kang utomo

Senengno jiwamu lan atimu, ojo salah tompo

Pitutur kang luhur, printahe agomo

Ojo simpang siur, tindak ngawur ndadekno sengsoro

Dadiyo wong agung kang minulyo, tumindak sempurno

Artinya: Ingat dan Waspada, Nasihat itu yang utama. Senangkan jiwa dan hatimu dan jangan salah paham. Nasihat yang baik, perintah agama. Jangan mudah simpang siur, bertindak ngawur sehingga membuat sengsara. Jadilah engkau orang yang agung lagi mulia yang bertindak dengan sempurna.

 

Bait Kelima:

Nindaki kewajiban, kanti dasar iman

Akhlaq bagus tumus, sabar alus noto ati mapan

Ta’at lan ngabekti, perintahe gusti

Nindakno ngibadah, netepi printah amal kang pinuji

Nyadong ridlo rahmat lan syafa’at saking kanjeng nabi.

Artinya: Melaksanakan kewajiban dengan dasar iman, akhlak yang bagus, sabar, halus serta dpat menata hati. Taat dan berbakti terhadap perintahnya Tuhan, melaksanakn ibadah, menjalankah perintah sebagai amal yang utama. Mengharap ridho dan rahmat serta syafaat dari Nabi SAW.

Video Sholawat Syifa Tibbil Qulub Sebagai Doa oleh Ustadz Yusuf Mansyur

Ustad Yusuf Mansyur menerangkan bahwa Shalawat Tibbil Qulub, tidak harus dibaca pada saat sakit saja, namun juga dibaca ketika sehat yang bermanfaat seperti vitamin atau tabungan amal shaleh.

Menurut nasehatnya Syeikh Wahbah, beliau membacanya ketika sedang sakit kepala. Beliau memegangnya di kening bagian kanan.

Lalu Ustad Yusuf Mansyur mengajak audience dan para santri untuk ikut bershalawat sambil menyarankan “Barang siapa yang memiliki di bagian tubuhnya yang merasa sakit”.

Tidak hanya untuk bagian yang terasa sakit namun juga Shalawat Syifa Tibbil Qulub juga dapat mengobati bagi yang ingin hamil mempunyai keturunan dengan memegang perutnya sambil dibacakan shalawat tersebut.

Shalawat Syifa Tibbil Qulub juga ditujukan kepada para santri untuk mempermudah menyerap Ilmu dan menghafal Al-quran. Dengan dibacakan sambil telapak tangan kanan di kepala dan telapak tangan kiri di hati.

Semoga sholawat syifa tibbil qulub dapat bermanfaat. Insya Allah apabila rutin membaca dan mengamalkannya sebagai wirid dan dzikir maka akan terhindar dari segala segala jenis penyakit baik lahir maupun bathin. Bahkan dianjurkan untuk membacanya sesering mungkin dan secara istiqomah (terus menerus) dan yang terpenting dibaca setelah sholat fardhu.