Wisata Tak Terlupakan di Dieng Culture Festival

 

Dieng Culture Festival merupakan ajang budaya terbesar yang diselenggarakan di Dieng, kawasan wisata di daerah perbukitan Dieng, Jawa Tengah, setiap tahunnya. Dalam acara tersebut, terdapat festival budaya yang dikonsepkan agar mampu berelaborasi antara unsur budaya dalam masyarakat setempat, mengembangkan potensi wisata alam kolak di Dieng, serta memberdayakan masyarakat setempat sebagai tujuan dari inti acara ini.

 

Hal yang Perlu Anda Ketahui Tentang Dieng Culture Festival

Acara ini telah berlangsung sejak tahun 2010 dengan nama Pekan Budaya Dieng. Namun, kelompok Sadar Wisata daerah Dieng kemudian mengubah namanya menjadi Dieng Culture Festival dan selanjutnya bekerja sama dengan Dinas Wisata di pemerintahan wilayah tersebut serta berbagai lapisan masyarakat dan organisasi.

 

Kegiatan Dieng Culture Festival atau biasa disingkat DCF ini dikunjungi tidak hanya turis dari negeri sendiri, melainkan juga dari mancanegara, sehingga acara dikemas dengan kekentalan budaya di wilayah Dieng dengan berbagai agenda menarik yang tidak kalah seru.

 

Umumnya DCF dihelat di bulan Agustus setiap tahunnya pada minggu pertama atau awal bulan selama tiga hari berturut. Diperkirakan setiap tahunnya terdapat sekitar 100 ribu pengunjung yang hadir dengan penambahan kuantitas pada tiap tahunnya. Pada Agustus 2020 nanti, acara ini telah melewati tahun ke sebelasnya.

 

Terdapat berbagai agenda yang bisa Anda ikuti ketika mengikuti acara DCF, semua acara yang dihadirkan menarik dan menghibur, sehingga Anda tak akan merasa bosan. Inti acara ini berupa pemotongan rambut gimbal yang melibatkan anak-anak sekitar Dieng sebagai salah satu acara wajib yang dilaksanakan setiap tahunnya. Acara ini dinamai Ruwatan.

 

Ruwatan dalam tradisi masyarakat Jawa berarti prosesi penyucian yang dilakukan oleh orang tua untuk si anak agar mengusir nasib buruk atau kesialan, baik untuk anak itu sendiri ataupun keluarga dan masyarakat sekitarnya. Rambut gimbal pada anak-anak yang tinggal di wilayah Dieng tumbuh secara unik dan menjadi fenomena yang tidak akan Anda temui di daerah lainnya.

 

Anak yang berusia antara 40 hari hingga 6 tahun yang merupakan keturunan asli Dieng, akan memiliki pertumbuhan rambut gimbal secara alami dan harus di potong pada acara Ruwatan tersebut. Bagi masyarakat disana, jumlah anak yang berambut gimbal akan berbanding lurus dengan kesejahteraan masyarakat. Sehingga makin banyak anak yang memiliki rambut gimbal, mereka percaya kesejahteraan mereka semakin baik.

 

Terlebih dahulu masyarakat sekitar melakukan doa di beberapa tempat bersama para sesepuh dan anak gimbal. Di antaranya di Candi Dwarawati, Sendang Maerokoco, Candi Arjuna, Candi Gatotkaca, Telaga Balekambang, Kawah Sikidang, Candi Bima dan terakhir di Gua dan Sendang Telaga Warna sebelum acara Ruwatan Pemotongan Rambut Gimbal

 

Selain acara Ruwatan, terdapat kegiatan lain dalam Dieng Culture Festival yang bisa Anda ikuti. Salah satu yang menarik perhatian dan menjadi tujuan utama disamping acara Ruwatan adalah acara musik Jazz di Atas awan. Biasanya acara pagelaran musik Jazz digelar pada malam hari pertama, setelah acara bincang dan kongko budaya yang dilaksanakan pada pagi dan siang harinya.

 

Jadwal agenda di hari pertama ini biasanya berupa napak tilas budaya, pagelaran seni tradisional serta pagelaran Jazz di malam harinya. Pada pagelaran Jazz diundang berbagai musisi dari luar maupun dalam negeri serta dimeriahkan oleh artis-artis Indonesia, lokal maupun mancanegara.

 

Bersamaan dengan acara Jazz di Atas Awan yang dilakukan di Candi Arjuna, pengunjung akan diikut sertakan dengan agenda pelepasan lampion terbang dan pesta kembang api. Inilah acara yang paling dinanti oleh banyak wisatawan selain acara Ruwatan sebagai inti dari kegiatan DCF. Pemandangan akan semakin syahdu denga iringan musik Jazz yang lembut.

 

Acara pendukung lainnya juga tak kalah menarik. Selain dapat menikmati pemandangan alam Dieng yang asri, pengunjung akan mengikuti festival Camp, dimana mereka akan tidur di tenda-tenda yang berjajar rapi di sekitar kawasan Dieng, alih-alih menggunakan penginapan pada umumnya. Ini dimaksudkan agar pengunjung merasa lebih dekat dengan alam, serta ke depannya memiliki kepedulian untuk merawat apa yang ada di alam.

 

Pada hari kedua biasanya digelar acara penunjang, yakni festival budaya ataupun acara lainnya. Pada tahun 2019 lalu, hari kedua diisi dengan festival kopi dan dilanjutkan dengan festival domba Batur, yang menjadi satwa endemik wilayah Dieng. Terdapat pula agenda untuk menonton film dokumenter, festival seni dan masih banyak lagi.

 

Di hari terakhirlah, yakni hari ketiga acara Ruwatan akan dilaksanakan, jadi pastikan Anda mengikuti rangkaian acara DCF dari awal hingga akhir. Tentunya Anda tidak ingin ketinggalan berbagai acara yang menarik bukan?

 

Itulah rangkaian acara Dieng Culture Festival yang digelar setiap tahunnya. Jika Anda berminat untuk mengikuti acara tersebut, ada baiknya mengambil paket wisata agar mendapatkan akses yang lebih leluasa untuk menikmati seluruh acara dengan jadwal yang telah tersusun rapi, sehingga liburan Anda menjadi lebih efisien karena tidak perlu mengatur jadwal, pengeluaran dan hal lainnya.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.